Terputusnya Ilmu Para Ulama

Terputusnya Ilmu Para Ulama
Terputusnya Ilmu Para Ulama
Kitab Asal: Ash-Shahabatu wa Ash-Shalihuna ‘ala Firasyil Maut
Oleh: Majdi Fathi as Sayyid
Keluaran: At-Tibyan
Halaman: 284 mukasurat

Salam..

Bagaimanakah kiranya detik-detik keluarnya ruh dari kerongkong.? Berapa lamakah keadaan ghargharah saat sakaratul maut.? Sungguh, semua ini adalah pertanyaan yang menakutkan. Masing-masing daripada kita akan mengalami saat-saat tersebut. Apakah kita pernah membayangkan bagaimana peristiwa itu terjadi kepada kita. ? Apakah kesedihan kita sama seperti kesedihan orang-orang yang shalih. ? Tidak ada yang diharapkan oleh mereka kecuali akhir hidup yang baik (Husnul Khatimah). Sebuah Tujuan Hidup yang telah banyak dilupakan oleh kaum muslim. Tanpa Husnul Khatimah dunia dan segala isinya tidak akan pernah bererti selama-lamanya.

Ibnu abbas r.a mengatakan, “Aku datang menjenguk Umar r.a pada hari ia ditikam. Aku berkata, “Berbahagialah engkau dengan syurga wahai Amirul Mukminin !. Engkau telah memeluk Islam ketika manusia kafir. Engkau telah berjuang bersama Rasulullah saw ketika manusia menghinanya. Dan Rasulullah saw meninggal dalam keadaan ridha kepadamu. Tidak ada dua orang yang berselisih mengenai kekhalifahanmu. Dan engkau terbunuh sebagai syahid.””

Umar r.a berkata, “Cuba engkau ulangi perkataanmu tadi kepadaku !.” Aku mengulangi perkataanku tadi. Setelah itu ia berkata, “Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan sebenarnya melainkan Dia. Sekiranya aku memiliki emas dan perak sepenuh bumi nescaya aku jadikan sebagai tebusan dari pemandangan yang mengerikan (pada hari kiamat). Sesungguhnya orang yang terpedaya adalah yang dapat kalian perdayakan.”

Putra Abdullah bin Umar berkata, “Aku memangku kepala Umar r.a ketika ia sakit yang membawanya pada kematian. Ia berkata, ‘Letakkan pipiku ke tanah !.’
Aku berkata, ‘Jangan diletakkan ke tanah ! Letakkan di pahaku saja !.’
‘Celaka kamu ! Letakkan pipiku ke tanah !.’ perintahnya lagi.
‘Bukankah pahaku dan tanah sama saja ?’ balasku.
Ia berkata lagi, ‘Letakkan pipiku ke tanah !’
Akhirnya aku meletakkan pipinya ketanah. Lalu aku mendengarnya mengucapkan, ‘Celakalah aku dan celakalah ibuku jika Allah tidak mengampuniku !. Celakalah aku dan celakalah ibuku jika Allah tidak mengampuniku !.’ Hingga nyawanya berpisah dari badannya. Semoga Allah meridhainya dan melimpahkan karunia-Nya kepadanya.”

Akhir kata sebuah kitab yg sgt3 baik..MySpace

Tiada Respons to “Terputusnya Ilmu Para Ulama”

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: